Halaqah 70 ~ Perang Badr Kubro Bagian 06

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين

☪ Halaqah yang ke 70 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah tentang ”Perang Badr Kubro Bagian 06”.

🔖 Telah terbunuh 70 orang musyrikin pada perang Badr kubro ini dan 70 yang lain di tawan oleh kaum muslimin, sebagian mereka terbunuh ditempat-tempat yang telah diisyaratkan oleh Rasulullãh ﷺ sebelumnya, sisanya lari terbirit-birit meninggalkan Medan perang dan meninggalkan banyak rampasan perang.

🔖 Rasulullãh ﷺ pun menyuruh para shahabat untuk melempar mayat-mayat orang-orang musyrikin di sumur-sumur yang ada di Badr & beliau ﷺ & para shahabat nya tinggal di Badr selama 3 hari & menguburkan 14 orang shahabat yang terbunuh & tidak ada diantara mereka satupun yang dibawa ke Madinah.

🔖 Pada hari yang ke-3 Nabi ﷺ berdiri didepan sebuah sumur yang telah dilemparkan didalamnya 24 pembesar Quraisy, kemudian beliau memanggil nama mereka & nama bapak mereka & mengatakan :

Apakah menyenangkan seandainya kalian dahulu menaati Allāh dan Rasul-Nya, sesungguhnya Kami telah menemukan apa yang Allāh janjikan untuk kami benar adanya, apakah kalian sudah menemukan apa yang Allāh janjikan untuk kalian benar adanya.

🔖 Berkata Umar :

Wahai Rasulullãh, engkau berbicara dengan jasad-jasad yang tidak punya arwah.

🔖 Rasulullãh ﷺ menjawab :

Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah kalian lebih mendengar daripada mereka terhadap apa yang aku katakan.

🔖 Ini menunjukkan bahwa Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah menjadikan mereka saat itu bisa mendengar ucapan Nabi ﷺ, supaya mereka semakin merasa terhina & semakin menyesal atas kekufuran mereka.

🔖 Nabi ﷺ tidak berusaha mengejar Abu Sofyan, karena beliau ﷺ memang hanya di janjikan diantara dua kebaikan saja & beliau sudah diberi kemenangan melawan orang-orang Musyrikin.

🔖 Nabi ﷺ memerintahkan para shahabat orang-orang yang dipaksa untuk berperang & mereka dahulu memiliki jasa bagi kaum muslimin seperti Abbas bin Abdul Muthalib (paman Rasulullãh ﷺ). Akhirnya Abbas menjadi salah seorang tawanan, Nabi ﷺ bermusyawarah Abu Bakar & Umar tentang apa yang harus dilakukan terhadap para tahanan.

🔖 Abu bakar mengisyaratkan untuk mengambil tebusan sehingga bisa dimanfaatkan tebusan tadi untuk menguatkan pasukan kaum muslimin & berharap mereka mendapatkan hidayah.

🔖 Adapun Umar beliau mengisyaratkan supaya tawanan dibunuh karena mereka adalah pembesar-pembesar Quraisy.

🔖 Allāh pun menurunkan ayat yang menunjukkan tentang benarnya pendapat Umar.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan :

مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَكُونَ لَهُ أَسْرَىٰ حَتَّىٰ يُثْخِنَ فِي الْأَرْضِ ۚ تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللَّهُ يُرِيدُ الْآخِرَةَ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
لَوْلَا كِتَابٌ مِنَ اللَّهِ سَبَقَ لَمَسَّكُمْ فِيمَا أَخَذْتُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
فَكُلُوا مِمَّا غَنِمْتُمْ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Tidak pantas bagi Nabi untuk memiliki tawanan sampai dia melumpuhkan musuh-musuh nya di bumi , kalian menginginkan kesenangan di dunia & Allāh menginginkan akhirat & Allāh Dia lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana kalau bukan sebelumnya niscaya akan menimpa kalian siksaan yang besar karena tebusan yang kalian ambil, maka makanlah dari rampasan perang yang kalian ambil sebagai makanan yang halal lagi baik & bertakwalah kepada Allāh, sesungguhnya Allāh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS Al-Anfal : 67~69]

🔖 Meskipun yang Allāh utamakan saat itu sebenarnya adalah membunuh tawanan-tawanan tersebut namun ayat ini menunjukkan bahwa tebusan yang sudah terlanjur diambil adalah dihalakan.

🔖 Dan setelah itu maka seorang pemimpin diberikan kelonggaran pilihan apakah dia membunuh tawanan atau mengambil tebusan atau membebaskan tanpa tebusan kecuali apabila tawanannya adalah seorang wanita atau anak-anak maka mereka tidak boleh dibunuh.

🔖 Berbeda-beda jumlah tebusan yang diambil saat itu ada tebusan yang sampai 4000 dirham, Zainab putri Nabi ﷺ menebus suaminya Abul Ash bin Robi’ dengan satu kalung, maka para shahabat melepas Abul Ash & mengembalikan kalung tersebut ke Zainab sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi ﷺ. Adapun yang tidak memiliki tebusan maka tebusan nya adalah mengajarkan anak-anak Anshor menulis.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang

Seorang IT Profesional yang berpengalaman di bidang Troubleshooting, Networking dan Database Management.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


CAPTCHA ImageReload Image