Halaqah 55 ~ Saling Menyaudarakan

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين

☪ Halaqah yang ke 55 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah tentang ”Saling Menyaudarakan”.

🔖 Di dalam Islām semua orang yang beriman adalah bersaudara, sebagaimana ayat yang ke-10 Al Hujarat. Bersaudara yang diantara konsekuensinya saling tolong menolong, ada yg mengatakan bahwa berdasarkan beberapa riwayat, dahulu Nabi ﷺ mempersaudarakan antara kaum muslimin di kota Mekkah sebelum hijrahnya mereka ke kota Madinah, beliau mempersaudarakan antara Hamzah dengan Zaid bin Haritsah, antara Abu Bakar & Umar, antara Utsman bin Affan & Abdurahman bin Auf, antara Zubair Ibn Awwam dan Abdullah bin Mas’ud dan lain-lain. Seandainya riwayat ini adalah riwayat yang benar maka persaudaraan disini hanyalah sebatas saling membantu tidak sampai saling mewarisi.

🔖 Adapun di kota Madinah, maka Rasulullãh ﷺ telah mempersaudarakan orang-orang Muhajirin dan Anshor karena kaum Muhajirin ketika mereka berhijrah ke Madinah menghadapi banyak persoalan baik ekonomi, kesehatan maupun sosial. Mereka meninggalkan keluarga dan harta mereka. Dan keahlian mereka adalah berdagang, bukan bertani atau keterampilan yang merupakan mata pencarian sebagian besar penduduk Madinah.

🔖 Sementara kalau mereka mau berdagang mereka tidak memiliki modal ditambah banyak diantara mereka yang tertimpa demam kota Madinah, namun para Anshor radiallahu ‘anhum tidak pelit, bahkan mereka berkorban untuk saudara mereka dari Muhajirin dan mendahulukan mereka meskipun mereka sendiri butuh.

🔖 Nabi ﷺ meminta orang-orang Anshor untuk membagi hasil kebun kurma mereka & tetap meminta mereka untuk mengelola kebun kurma mereka karena mereka lebih berpengalaman, sedangkan kaum Muhajirin maka lebih dipersiapkan oleh Nabi ﷺ untuk berdakwah & berjihad, ada yg mengatakan bahwa syariat persaudaraan ini terjadi 5 bulan setelah hijrah disaudarkan antara seorang Muhajirin & seorang Anshor dan saat itu yang disaudarakan adalah 45 orang dari kalangan Muhajirin & 45 orang dari kalangan Anshor.

🔖 Syariat persaudaraan ini mengharuskan saling tolong-menolong diantara mereka dalam segala perkara, saling menasihati, saling menziarahi, saling mencintai satu dengan yang lain, bahkan saling mewarisi satu dengan yang lain.

🔖 Ketika kaum Muhajirin sudah terbiasa dengan cuaca kota Madinah dan mereka mulai tahu pintu-pintu rezeki dan mereka sudah mendapatkan rampasan perang di perang Badr, maka dihapuskanlah saling mewarisi antara seorang Muhajir dan seorang Anshor.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

… ۚ وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ ۗ

Dan keluarga sebagian mereka lebih dekat kepada sebagian yang lain didalam kitabullah [QS. Al-Anfal : 75]

🔖 Adapun kewajiban saling tolong menolong diantara mereka maka terus ada.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang

Seorang IT Profesional yang berpengalaman di bidang Troubleshooting, Networking dan Database Management.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


CAPTCHA ImageReload Image