Halaqah 64 ~ Perpindahan Kiblat

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين

☪ Halaqah yang ke 64 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah tentang ”Perpindahan Kiblat”.

🔖 Nabi ﷺ dahulu ketika di Mekkah melakukan shalat dengan menghadap ke arah Baitul Maqdis & menjadikan Ka’bah antara beliau dengan Baitul Maqdis.

🔖 Ketika beliau hijrah ke kota Madinah beliau shalat menghadap ke Baitul Maqdis selama kurang lebih 16 bulan.

🔖 Orang-orang Anshor shalat menghadap ke Baitul Maqdis kurang lebih 3 tahun dan pada pertengahan bulan Rajab tahun kedua Hijriyah yaitu 2 bulan sebelum terjadinya perang Badr terjadilah perpindahan Kiblat.

🔖 Orang-orang Yahudi ketika melihat Nabi ﷺ & sahabat-Nya shalat menghadap ke Baitul Maqdis mereka bergembira, mereka mengatakan sambil mengejek

Muhammad menyelisihi kita tetapi dia mengikuti kiblat kita.

🔖 Maka Nabi ﷺ berharap Wahyu turun & beliau berkeinginan seandainya kiblat berubah menjadi arah Ka’bah, Allāh pun mengabulkan keinginan beliau.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berkata :

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ..

Sungguh Kami telah melihat bulak balik nya wajahmu kemarahan atas, maka sungguh Kami akan memalingkan wajahmu kearah kiblat yang engkau ridhoi, maka palingkanlah wajahmu ke arah al-Masjidil Haram & dimanapun kalian berada maka hendaklah kalian harapkan wajah-wajah kalian kearahnya. [QS. Al-Baqarah : 144]

🔖 Ibnu Hajar rahimahullah di dalam Fathul Baari menyebutkan telah mengumpulkan beberapa riwayat bahwa shalat menghadap ke Ka’bah yang pertama yang beliau lakukan adalah shalat Dhuhur di masjid Bani Salimah, atau sekarang dikenal dengan Masjid kiblatain & shalat menghadap ke Ka’bah yang pertama yang beliau lakukan di Masjid Nabawi adalah shalat Ashar. Adapun di Kuba maka penduduk Kuba melakukan shalat pertama menghadap Ka’bah adalah ketika shalat subuh.

🔖 Perpindahan Kiblat ini membuat orang Yahudi marah, mereka mengatakan :

“Bahwa kebaikan adalah dengan menghadap arah Baitul Maqdis.”

Maka Allāh menurunkan firman-Nya :

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ

Bukanlah kebaikan itu kalian memalingkan wajah-wajah kalian kearah Timur dan Barat , akan tetapi kebaikan adalah orang yang beriman kepada Allāh dan hari Akhir dan para Malaikat dan Kitab serta para Nabi. [QS. Al-Baqarah : 177]

Dan mereka bertanya-tanya :

“Apa yang memalingkan Muhammad & para shahabatnya dari Baitul Maqdis?”

Maka Allāh menurunkan FirmanNya

سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَلَّاهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ الَّتِي كَانُوا عَلَيْهَا ۚ قُلْ لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Maka akan berkata orang-orang yang bodoh diantara manusia apa yang memalingkan mereka dari kiblat mereka yang dahulu mereka menghadapnya , katakanlah wahai (Muhammad) milik Allāh Timur & juga Barat & Allāh memberikan petunjuk siapa yang dikehendaki kepada jalan yang lurus. [QS. Al-Baqarah : 142]

🔖 Diantara hikmah dipindahkannya kiblat adalah untuk ujian bagi orang-orang yang beriman apakah mereka mengikuti Rasulullãh ﷺ atau tidak. Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan :

… وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ

Dan tidaklah Kami menjadikan kiblat yang dahulu engkau menghadapnya kecuali supaya kami mengetahui siapa yang mengikuti rasul dari orang-orang yang murtad & sungguh ini adalah berat kecuali bagi orang-orang yang Allāh berikan hidayah & tidaklah Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyia-nyiakan keimanan kalian, sesungguhnya Allāh Maha Penyantun dan Penyayang bagi manusia. [QS. Al-Baqarah : 143]

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang

Seorang IT Profesional yang berpengalaman di bidang Troubleshooting, Networking dan Database Management.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


CAPTCHA ImageReload Image